VOXSULUT – Migrain: Gejala, Penyebab, dan Faktor: Migrain adalah gangguan saraf yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini menimbulkan sakit kepala berdenyut pada salah satu sisi kepala. Rasa sakit dapat bertahan beberapa jam hingga berhari-hari.
Nyeri biasanya bertambah parah ketika penderita melakukan aktivitas fisik. Cahaya terang, suara keras, atau aroma tertentu juga memperburuk kondisi.
Di Amerika Serikat, sekitar 12 persen penduduk mengalami migrain yang bersifat genetik. Organisasi kesehatan dunia mencatat migrain termasuk dalam enam besar penyakit yang menurunkan produktivitas harian.
“Baca Juga: Gejala dan Faktor Risiko Utama Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Jenis Sakit Kepala dan Posisi Migrain
Secara medis, terdapat lebih dari 150 jenis sakit kepala. Kondisi ini dibagi menjadi dua kelompok besar: primer dan sekunder. Migrain termasuk sakit kepala primer, artinya bukan gejala dari penyakit lain.
Sebaliknya, sakit kepala sekunder muncul akibat kondisi medis tertentu. Misalnya infeksi atau gangguan pada struktur tubuh.
Penyebab Migrain
Migrain berhubungan erat dengan faktor genetik dan aktivitas otak. Seseorang dapat mewarisi kecenderungan ini dari orang tuanya. Pemicu umum meliputi kelelahan, perubahan cuaca, atau cahaya berlebihan.
Secara biologis, migrain muncul ketika sel saraf menjadi terlalu aktif. Sel kemudian mengirimkan sinyal ke saraf trigeminal di kepala dan wajah. Proses ini melepaskan zat kimia seperti serotonin dan CGRP.
CGRP memicu pelebaran pembuluh darah di sekitar otak. Akibatnya muncul peradangan yang menimbulkan sensasi nyeri khas migrain.
Gejala Migrain
Gejala utama migrain adalah sakit kepala berdenyut yang intensitasnya bervariasi. Nyeri dapat berpindah sisi, muncul di depan, belakang, atau menyebar ke seluruh kepala.
Pada sebagian penderita, nyeri juga terasa di pelipis, mata, wajah, rahang, sinus, atau leher.
Selain sakit kepala, migrain sering disertai gejala lain, antara lain:
-
Sensitivitas tinggi terhadap cahaya, suara, dan bau tertentu
-
Mual, muntah, serta masalah pencernaan
-
Kehilangan nafsu makan
-
Rasa lelah berlebihan
-
Pusing atau gangguan penglihatan
Gabungan gejala ini membuat migrain lebih kompleks dibanding sakit kepala biasa.
Faktor Pemicu Migrain
Penyebab utama migrain belum sepenuhnya jelas. Namun, ada beberapa faktor yang terbukti meningkatkan risiko serangan.
1. Kurang tidur
Tidur cukup menjaga kesehatan saraf. Kurang tidur meningkatkan risiko migrain dan menurunkan kemampuan beraktivitas.
2. Konsumsi makanan olahan
Makanan olahan sering mengandung pengawet seperti nitrat. Zat ini dapat melebarkan pembuluh darah dan memicu migrain.
3. Mengonsumsi alkohol
Alkohol adalah pemicu migrain paling sering. Pada individu sensitif, gejala muncul 30 menit hingga tiga jam setelah minum.
4. Paparan sinar matahari
Berada terlalu lama di bawah sinar matahari memang meningkatkan risiko migrain. Selain itu, kondisi akan semakin memburuk jika disertai kurang tidur, dehidrasi, stres, atau melewatkan waktu makan.
Kesimpulan Migrain: Gejala, Penyebab, dan Faktor
Migrain tidak hanya sekadar sakit kepala biasa. Sebaliknya, gangguan ini berkaitan dengan faktor genetik, aktivitas otak, serta pemicu lingkungan sekitar.
Selain itu, gejala migrain yang kompleks mampu mengganggu aktivitas harian. Oleh karena itu, mengenali pemicu sangat membantu penderita mencegah serangan.
Lebih lanjut, menjaga gaya hidup sehat, tidur cukup, dan pola makan seimbang menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko migrain.
“Baca Juga: Miliano Jonathans Segera Jadi WNI, Siap Bela Timnas Indonesia“






