PTDI dan Scytalys Kembangkan N219 MSA untuk Pengawasan Laut

Teknologi340 Dilihat

VOXSULUT – PT Dirgantara Indonesia menggandeng Scytalys dari Yunani untuk mengembangkan pesawat N219 MSA. PTDI ingin memenuhi kebutuhan Bakamla yang membutuhkan pesawat patroli laut baru. Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting bagi perusahaan. Ia menjelaskan bahwa PTDI akan merancang konfigurasi N219 MSA untuk pertama kalinya.

“Baca Juga: Inovasi Teknologi di Balik Produksi Prehistoric Planet“

PTDI dan Scytalys Menandatangani Perjanjian

PTDI dan Scytalys menandatangani framework agreement untuk memulai program pengembangan pesawat tersebut. Keduanya sepakat membuat pesawat perintis yang mampu melakukan pengawasan laut. Penandatanganan dilakukan di kantor KBRI Athena pada 21 November 2025. Acara tersebut dihadiri pimpinan kedua pihak, Kepala Bakamla Irvansyah, dan Duta Besar Indonesia untuk Yunani.

Pembagian Peran dalam Pengembangan Pesawat

PTDI berperan sebagai pihak utama yang menyiapkan rancangan teknis pesawat. PTDI memastikan desain pesawat mampu menjalankan misi patroli yang diinginkan Bakamla. Sementara itu, Scytalys menyediakan sistem misi yang menjadi pusat kendali tugas pengawasan. Sistem ini membantu pesawat mengolah dan menyampaikan data selama penerbangan.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Kedua perusahaan sepakat melakukan promosi bersama terkait pesawat N219 MSA. Mereka juga membuat bahan pemasaran terpadu untuk mendukung keberlanjutan program. PTDI dan Scytalys selanjutnya akan mengadakan forum diskusi bersama Bakamla. Forum ini akan menyatukan kebutuhan teknis dan skenario misi agar desain pesawat sesuai kebutuhan operasi.

Bakamla Mengajukan Kebutuhan Pesawat Baru

Bakamla sedang mengajukan kebutuhan resmi kepada Bappenas. TeBakamla membutuhkan empat unit pesawat N219 MSA. Mereka juga meminta perlengkapan pendukung seperti paket pelatihan, suku cadang, dan peralatan darat. Bakamla menyiapkan kebutuhan pemeliharaan selama lima tahun. Irvansyah menegaskan bahwa Bakamla ingin memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri.

Spesifikasi Kemampuan Pengawasan

Pesawat N219 MSA membawa kemampuan pengawasan yang lebih modern. Teknologi Pesawat ini membawa sistem datalink yang memudahkan pengiriman data. Pesawat juga memiliki radar dengan jangkauan 160 mil laut. Selain itu, sistem kamera EO/IR dapat mendeteksi objek hingga jarak 20 kilometer. Pesawat juga membawa AIS untuk membaca informasi kapal. Kamera genggam membantu memperkuat pencatatan visual selama operasi.

Jangkauan dan Ketahanan Pesawat

Pesawat N219 MSA memiliki jangkauan operasi hingga 200 mil laut. Pesawat juga mampu terbang lebih dari lima jam. Kemampuan ini memberi fleksibilitas untuk patroli jarak menengah. Pesawat dapat mendukung pemantauan laut pada wilayah yang lebih luas.

Target Pelaksanaan Program

PTDI menargetkan program ini memasuki tahap penugasan pada akhir 2026. PTDI juga menyiapkan penandatanganan kontrak setelah proses penugasan selesai. Program ini diharapkan memperkuat kemampuan Bakamla dalam menjaga wilayah laut Indonesia.

“Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga Inggris 22 November: Chelsea & Liverpool Main“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *