Kurang Tidur Picu Diabetes, Ini Penjelasan Dokter

Kesehatan360 Dilihat

VOXSULUT – Kurang Tidur Picu Diabetes: Banyak orang mengaitkan diabetes dengan konsumsi gula berlebih.
Namun, diabetes juga bisa muncul tanpa kebiasaan makan manis.
Kurang tidur dan kebiasaan begadang menjadi faktor risiko penting.

Selain pola makan, gaya hidup memengaruhi keseimbangan gula darah.
Oleh karena itu, jam tidur ikut menentukan kesehatan metabolik tubuh.

“Baca Juga: Kemenkes Pastikan Influenza A Subclade K di RI Terkendali“

Begadang Mengirim Sinyal Stres ke Tubuh

Dokter gizi Nadhira Afifa, MPH, menjelaskan dampak begadang terhadap tubuh.
Menurutnya, kurang tidur memicu sinyal stres.
Tubuh lalu meningkatkan hormon stres untuk bertahan.

Hormon kortisol dan adrenalin pun naik.
Hormon tersebut memberi perintah pada hati untuk melepas cadangan gula.
Akibatnya, gula darah meningkat meski tanpa asupan manis.

Ia menyampaikan penjelasan ini melalui unggahan Instagram pada awal Januari 2026.
Penjelasan tersebut menyoroti mekanisme sederhana yang sering diabaikan.

Anak Muda Rentan karena Pola Tidur Buruk

Kebiasaan begadang sering terjadi pada Gen Z dan pekerja muda.
Tekanan pekerjaan dan aktivitas digital memicu jam tidur tidak teratur.
Kondisi ini berdampak langsung pada hasil pemeriksaan kesehatan.

Dr. Nadhira menemukan banyak anak muda memiliki HbA1c tinggi.
Angka tersebut mencapai 8 hingga 9 persen.
Nilai ini menunjukkan risiko diabetes yang serius.

Fenomena ini memperlihatkan hubungan kuat antara tidur dan gula darah.
Karena itu, perubahan kebiasaan tidur menjadi langkah penting.

Kurang Tidur Mengganggu Kerja Insulin

Kurang tidur menurunkan sensitivitas insulin.
Insulin kemudian sulit memasukkan glukosa ke dalam sel.
Akibatnya, glukosa tetap beredar di dalam darah.

Kondisi ini menaikkan gula darah secara bertahap.
Jika berlangsung lama, risiko diabetes meningkat.
Dengan demikian, tidur cukup membantu kerja insulin tetap optimal.

Durasi Tidur Ideal Menurut Ahli

Panduan tidur menyesuaikan usia dan kebutuhan tubuh.
Menurut Mayo Clinic, orang dewasa butuh tidur cukup setiap malam.
Durasi ideal berkisar antara tujuh hingga sembilan jam.

Remaja memerlukan waktu tidur lebih panjang.
Anak usia sekolah bahkan membutuhkan tidur lebih lama.
Konsistensi jam tidur menjadi kunci kesehatan fisik dan mental.

Kurang Tidur Picu Diabetes: Tidur Cukup Lindungi Gula Darah

Tidur bukan sekadar istirahat.
Tidur membantu menjaga keseimbangan hormon dan gula darah.
Karena itu, kurangi begadang dan atur jam tidur teratur.

Langkah sederhana ini membantu menurunkan risiko diabetes.
Selain itu, tidur cukup mendukung energi dan fokus harian.
Mulailah perubahan dari rutinitas malam yang lebih sehat.

“Baca Juga: Barcelona Pecahkan Rekor Gol Liga di Era Hansi Flick“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *