VOXSULUT – Tesla akan menghentikan produksi Model S dan Model X mulai kuartal depan.
CEO Elon Musk menyampaikan keputusan tersebut dalam paparan kinerja keuangan tahun fiskal 2025.
Musk menilai Tesla harus fokus ke arah masa depan.
Ia menegaskan perusahaan kini memprioritaskan teknologi otonom dan pengembangan robot humanoid.
“Sudah waktunya mengakhiri Model S dan X secara terhormat,” ujar Musk, dikutip dari Engadget, 29 Januari 2026.
“Baca Juga: Golden Dome, Teknologi Pertahanan Rudal Terbaru Amerika Serikat“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Konsumen Masih Bisa Membeli Selama Stok Ada
Meski produksi berhenti, Tesla tetap menjual Model S dan X selama stok tersedia.
Selain itu, Tesla tetap menyediakan layanan purnajual untuk seluruh pemilik kendaraan tersebut.
Namun, setelah unit terakhir terjual, Tesla tidak akan memproduksi ulang kedua model itu.
Perusahaan akan mengalihkan kapasitas pabrik Fremont di Amerika Serikat untuk kebutuhan lain.
Pabrik tersebut akan fokus memproduksi robot humanoid Optimus dalam skala besar.
Langkah ini menandai perubahan strategi besar di lini manufaktur Tesla.
Penjualan Menurun dalam Beberapa Tahun Terakhir
Tesla memproduksi Model S pertama kali pada 2012.
Sementara itu, Model X mulai masuk jalur produksi pada 2015.
Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan kedua model tersebut terus menurun.
Sebaliknya, Model 3 dan Model Y justru mendominasi pengiriman global Tesla.
Sepanjang 2025, Tesla mengirim lebih dari 1,58 juta unit Model 3 dan Model Y.
Pada periode sama, penjualan Model S dan X hanya mencapai sekitar 418 ribu unit.
Karena itu, Tesla menilai kelanjutan produksi kedua model tersebut tidak lagi efisien.
Tesla Setop Penjualan di Cina
Tesla juga menghentikan penjualan Model S dan X di Cina sejak pertengahan 2025.
Kendaraan tersebut diimpor dari Amerika Serikat dan terkena tarif tinggi.
Tarif itu muncul sebagai respons atas kebijakan dagang Amerika Serikat.
Kebijakan tersebut berlaku di era Presiden Donald Trump.
Akibatnya, harga jual Model S dan X menjadi kurang kompetitif di pasar Cina.
Pabrik Fremont Disiapkan untuk Robot Optimus
Dalam paparan keuangan, Musk menyebut Tesla menargetkan produksi hingga satu juta robot Optimus.
Produksi itu akan memanfaatkan fasilitas yang sebelumnya digunakan Model S dan X.
Dalam ajang World Economic Forum di Davos, Swiss, Musk menyampaikan rencana penjualan Optimus.
Ia menargetkan penjualan ke publik mulai akhir tahun depan.
Musk bahkan menyebut Optimus berpotensi menjadi produk terbesar sepanjang sejarah.
Namun, sejumlah demonstrasi robot tersebut belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi publik.
Tesla Setop Model S dan X: Investasi xAI dan Kompensasi Musk
Laporan keuangan juga mengungkap investasi Tesla senilai US$2 miliar ke xAI.
Investasi itu sempat memicu gugatan pemegang saham pada 2024.
Meski begitu, Musk terus menegaskan Tesla sebagai perusahaan kecerdasan buatan.
Pada akhir 2025, pemegang saham menyetujui paket kompensasi Musk senilai US$1 triliun.
Persetujuan itu berlaku jika valuasi pasar Tesla mencapai US$8,5 triliun.
“Baca Juga: Benfica Singkirkan Real Madrid, Mourinho Masuk Radar Bernabeu“






