Kasus Dengue ASEAN Naik, Kemenkes Waspada

Kesehatan353 Dilihat

VOXSULUT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan kasus demam berdarah dengue masih tinggi sepanjang 2025. Penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Sejak Januari hingga Desember 2025, Kemenkes mencatat 161.752 kasus dengue. Angka kejadian mencapai 50,23 kasus per 100.000 penduduk.

Selain itu, Kemenkes mencatat 673 kematian akibat dengue. Angka kematian mencapai 0,42 persen dari total kasus. Data tersebut menunjukkan dengue masih memerlukan perhatian besar.

“Baca Juga: BPOM Ungkap Bahaya Obat Palsu yang Mengancam Kesehatan“

Ratusan Daerah Laporkan Kasus

Kemenkes mencatat 475 kabupaten di 36 provinsi melaporkan kasus dengue sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan penyebaran penyakit terjadi hampir di seluruh wilayah.

Dari jumlah tersebut, 224 kabupaten melaporkan kasus kematian. Kondisi ini menegaskan bahwa dengue belum terkendali sepenuhnya.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan langkah pencegahan. Upaya ini harus melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

ASEAN Hadapi Lonjakan Serupa

Lonjakan dengue tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara di kawasan ASEAN juga menghadapi tren peningkatan kasus.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menegaskan pentingnya kerja sama regional. Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum regional di Jakarta Selatan pada 9 Februari 2026.

Menurutnya, dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di ASEAN. Oleh karena itu, setiap negara perlu memperkuat penanggulangan secara bersama.

Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim dan mobilitas penduduk memengaruhi penyebaran dengue. Faktor tersebut memiliki pola yang mirip di banyak negara Asia Tenggara.

Upaya Pencegahan Harus Berkelanjutan

Dr. Prima menekankan pentingnya langkah pencegahan yang konsisten. Pemerintah tidak boleh hanya fokus pada penanganan saat kasus meningkat.

Ia mendorong edukasi masyarakat agar rutin menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan respons cepat di daerah rawan.

Ia juga mengingatkan bahwa penyakit menular tetap mendesak untuk ditangani. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama.

Target Nol Kematian pada 2030

ASEAN memiliki target bersama untuk menekan angka kematian akibat dengue. Pemerintah menargetkan nol kematian akibat dengue pada 2030.

Dr. Prima menyatakan target tersebut dapat dicapai melalui kerja sama erat antarnegara. Setiap negara perlu berbagi data dan strategi pengendalian.

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat sistem kesehatan di tingkat lokal. Langkah ini membantu deteksi dini dan penanganan cepat pasien.

Dengan strategi terpadu, angka kasus dan kematian dapat ditekan. Pemerintah berharap kolaborasi regional mampu mempercepat pencapaian target tersebut.

Dengue masih menjadi ancaman nyata. Namun, pemerintah optimistis kerja sama dan pencegahan berkelanjutan dapat melindungi masyarakat di Indonesia dan ASEAN.

“Baca Juga: Morata Klarifikasi Cerai, Tegaskan Tanpa Orang Ketiga“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *