VOXSULUT – Mobil listrik karya mahasiswa Indonesia kembali mencetak prestasi. Tim Yacaranda dari Universitas Gadjah Mada meraih Juara 1 kategori Static Event.
Mereka menang dalam ajang Formula Student Malaysia 2026. Kompetisi itu berlangsung pada 22–23 April 2026 di Malaysia.
Prestasi ini membuat nama Indonesia kembali diperhitungkan di tingkat internasional. Selain itu, tim UGM menjadi wakil pertama Indonesia di ajang tersebut.
“Baca Juga: Bobibos di Timor Leste Capai 70% Menuju Produksi“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
EV-4 Unggul Lewat Desain dan Perencanaan
Mobil EV-4 menarik perhatian dewan juri sejak awal penilaian. Tim Yacaranda menampilkan kendaraan listrik dengan konsep matang.
Kategori Static Event menilai tiga bagian utama. Juri menilai desain kendaraan, rencana biaya produksi, dan presentasi bisnis.
EV-4 unggul pada sisi desain. Juri melihat rancangan mobil ini rapi, terhubung dengan baik, dan realistis untuk dibuat.
Selain itu, tim juga menunjukkan perencanaan produksi yang jelas. Mereka menghitung kebutuhan komponen dan biaya secara rinci.
Tim Hadapi Tantangan Besar di Bagian Biaya
General Manager Tim Yacaranda, Arfa, menjelaskan tantangan terbesar tim. Menurut dia, bagian biaya dan produksi menjadi ujian utama.
Tim harus memeriksa setiap komponen kendaraan. Mereka juga menghitung spesifikasi dan harga satu per satu.
Arfa mengatakan pengalaman itu sangat berharga. Sebab, tim baru pertama kali mengikuti kategori dengan penilaian sedetail itu.
Karena itu, kemenangan ini menjadi hasil kerja keras seluruh anggota tim.
EV-4 Fokus pada Efisiensi dan Performa
Tim Yacaranda merancang EV-4 sebagai mobil balap listrik formula. Mereka menekankan efisiensi tenaga dan performa tinggi.
Selain itu, tim memperhatikan kekuatan rangka dan bentuk bodi. Semua bagian dirancang agar mobil bergerak lebih stabil dan cepat.
Pengembangan EV-4 melibatkan banyak divisi. Tim mekanik, kelistrikan, dan rangka bekerja bersama dalam satu tujuan.
Kerja sama itu membuat mobil tampil kompetitif. Namun, desainnya tetap masuk akal untuk diproduksi.
Presentasi Jadi Kunci Kemenangan
Technical leader tim, Naka, bersama Arfa mempresentasikan EV-4 di depan juri. Mereka menjelaskan konsep kendaraan secara jelas dan runtut.
Tim memaparkan sistem baterai, pembagian bobot, dan penggunaan energi. Penjelasan itu membuat juri memahami kualitas kendaraan tersebut.
Karena presentasi berjalan kuat, peluang menang semakin besar. Akhirnya, tim berhasil membawa pulang gelar juara.
Catat Sejarah untuk Indonesia
Keikutsertaan Tim Yacaranda menciptakan sejarah baru. Mereka menjadi tim Indonesia pertama di Formula Student Malaysia.
Selain juara, penyelenggara juga memberi penghargaan Outstanding Team. Penghargaan itu diberikan atas penampilan perdana yang mengesankan.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, memuji capaian tersebut. Menurut dia, prestasi ini menunjukkan besar potensi riset kendaraan listrik kampus.
Ia juga mendorong pengembangan EV-4 ke dunia industri. Dengan begitu, inovasi mahasiswa bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
EV-4 UGM Juara di Malaysia: Bukti Mahasiswa Indonesia Mampu Bersaing
Prestasi EV-4 menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia di bidang teknologi. Mereka mampu bersaing dengan tim luar negeri.
Selain itu, kemenangan ini memberi harapan baru bagi industri kendaraan listrik nasional. Kampus pun bisa menjadi sumber inovasi masa depan.
“Baca Juga: Timnas Indonesia Bidik Juara AFF 2026, Realistis?“











