VOXSULUT – Pemerintah Cina kembali menunjukkan ambisinya di sektor antariksa. Negara tersebut meluncurkan roket komersial Long March 12B untuk pertama kalinya pada 1 Juni 2026.
Roket itu lepas landas dari Dongfeng Commercial Space Innovation Test Zone di Mongolia Dalam. Peluncuran berlangsung pada pukul 16.40 waktu setempat.
Long March 12B memiliki tinggi sekitar 72 meter. Roket tersebut membawa batch ke-10 satelit Qianfan menuju orbit rendah Bumi.
Misi ini menjadi langkah penting dalam pengembangan jaringan internet satelit nasional Cina. Selain itu, peluncuran ini memperlihatkan kemajuan teknologi roket yang dapat digunakan kembali.
“Baca Juga: Shenzhou-23 Jadi Langkah China Menuju Misi Bulan“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Peluncuran Berlangsung Tanpa Peringatan Keselamatan Publik
Long March 12B Dirancang untuk Digunakan Kembali
Cina mengembangkan Long March 12B untuk mendukung misi komersial masa depan. Roket ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara tersebut.
Long March 12B merupakan pengembangan dari Long March 12A yang diperkenalkan pada tahun sebelumnya.
Roket ini mampu membawa muatan hingga sekitar 22 ton ke orbit rendah Bumi. Kapasitas tersebut membuatnya cocok untuk mengangkut banyak satelit sekaligus.
Selain itu, para insinyur merancang roket ini agar dapat digunakan kembali pada misi berikutnya.
Teknologi tersebut memungkinkan roket melakukan pendaratan terkontrol setelah menyelesaikan tugasnya. Dengan cara itu, biaya peluncuran dapat ditekan secara signifikan.
Meski demikian, misi perdana ini belum mencakup proses pemulihan roket. CASIC menyatakan mereka akan menguji kemampuan tersebut pada penerbangan mendatang.
Proyek Qianfan Jadi Saingan Starlink
Long March 12B membawa satelit untuk proyek Qianfan atau Thousand Sails. Program ini menjadi bagian penting dari rencana internet satelit Cina.
Melalui proyek tersebut, Cina ingin membangun jaringan komunikasi global berbasis satelit. Jaringan itu diharapkan mampu menyediakan akses internet di berbagai wilayah.
Banyak pengamat melihat Qianfan sebagai pesaing langsung layanan Starlink milik SpaceX.
Karena itu, keberhasilan peluncuran Long March 12B memberi dorongan besar bagi ambisi Cina di sektor komunikasi satelit.
Persaingan Antariksa Cina dan Amerika Serikat Semakin Ketat
Peluncuran ini berlangsung saat persaingan antariksa global terus meningkat. Cina dan Amerika Serikat sama-sama menyiapkan misi besar dalam beberapa tahun mendatang.
Amerika Serikat menjalankan program Artemis untuk mengirim astronaut kembali ke Bulan. Program tersebut menargetkan pendaratan manusia pada 2028.
Sementara itu, Cina juga menyiapkan misi berawak ke Bulan sebelum 2030. Negara tersebut akan menggunakan wahana Mengzhou untuk menjalankan misi tersebut.
Cina berencana meluncurkan wahana itu dengan roket Long March 10A. Jika target tersebut tercapai, persaingan eksplorasi Bulan akan memasuki babak baru.
Keberhasilan Long March 12B menunjukkan bahwa Cina terus mempercepat pengembangan teknologi antariksa. Selain memperkuat program satelit, negara itu juga ingin memperluas pengaruhnya dalam perlombaan antariksa dunia.
“Baca Juga: 8 Negara Juara Piala Dunia, Brasil Masih Teratas“











