OpenAI Restrukturisasi Tim AI untuk Tingkatkan Kepribadian

Teknologi586 Dilihat

VOXSULUT – OpenAI Restrukturisasi Tim AI: OpenAI baru saja melakukan langkah besar dengan merestrukturisasi tim Model Behavior, kelompok riset yang sebelumnya fokus pada pengembangan cara AI berinteraksi dengan manusia. Keputusan ini muncul setelah perusahaan menerima banyak masukan terkait perubahan kepribadian pada model terbaru mereka, GPT-5.

“Baca Juga: Helikopter Canggih BK117 D-3 Hilang Kontak di Kalsel“


Tim Model Behavior Resmi Dilebur ke Post Training

Tim Model Behavior beranggotakan 14 peneliti. Mereka akan bergabung ke dalam Post Training team, unit besar yang bertugas meningkatkan kualitas model setelah tahap pelatihan utama.

Dalam memo internal pada Agustus 2025, Chief Research Officer OpenAI, Mark Chen, menyebut saat ini adalah waktu tepat untuk mengintegrasikan penelitian Model Behavior. Dengan peleburan ini, riset tentang kepribadian AI akan lebih dekat dengan pengembangan inti model.


Peran Baru di Bawah Pimpinan Max Schwarzer

Setelah perubahan struktur, tim Model Behavior akan melapor langsung kepada Max Schwarzer, pimpinan Post Training.

Sementara itu, Joanne Jang, pemimpin awal tim, memilih meninggalkan posisinya. Ia akan membentuk unit riset baru bernama OAI Labs. Menurut Jang, tim barunya akan berfokus pada penciptaan serta pengembangan prototipe antarmuka baru yang mendukung kolaborasi manusia dan AI.


Kontribusi Tim Model Behavior Selama Ini

Sejak awal, tim Model Behavior punya peran penting dalam mengarahkan interaksi AI dengan pengguna. Mereka membantu mengurangi masalah sycophancy, yaitu kondisi ketika AI hanya menyetujui pendapat pengguna meski salah atau tidak sehat.

Selain itu, tim ini juga berkontribusi dalam mengatasi potensi bias politik pada jawaban AI. Bahkan, mereka ikut menyusun panduan resmi OpenAI mengenai sikap perusahaan terhadap isu kesadaran pada AI.


Latar Belakang Keputusan Restrukturisasi

Beberapa bulan terakhir, OpenAI mendapat kritik dari pengguna. Banyak yang menilai GPT-5 terasa lebih dingin dibanding versi sebelumnya.

Perusahaan menjelaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan mengurangi kecenderungan sycophancy. Meski begitu, banyak pengguna yang merasa kehilangan sisi “hangat” dari interaksi dengan AI.

Menanggapi masukan tersebut, OpenAI mengembalikan akses ke model lama seperti GPT-4o. Selain itu, perusahaan juga memperbarui GPT-5 agar terasa lebih bersahabat.


Fokus OpenAI pada Evolusi Kepribadian AI

Langkah peleburan tim Model Behavior menegaskan pentingnya aspek kepribadian dalam perkembangan AI. OpenAI ingin memastikan bahwa model terbaru tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berinteraksi secara manusiawi.

Dengan terbentuknya OAI Labs, perusahaan berkomitmen mencari cara baru agar manusia bisa bekerja berdampingan dengan AI. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan teknologi yang lebih etis, aman, dan bermanfaat bagi banyak orang.


Kesimpulan

Restrukturisasi tim Model Behavior menjadi bagian dari Post Training menandai arah baru OpenAI. Perusahaan ingin menyatukan riset kepribadian AI dengan pengembangan inti agar hasilnya lebih selaras dengan kebutuhan pengguna.

Perubahan ini menunjukkan bahwa kesehatan interaksi manusia dengan AI kini menjadi prioritas utama. Dengan langkah baru ini, OpenAI berusaha menjaga keseimbangan antara kecerdasan buatan yang canggih dan pengalaman pengguna yang tetap hangat.

“Baca Juga: Mbappe Samai Rekor Henry, Fokus Kejar Giroud di Timnas“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *