Starship Flight 11 Siap Diluncurkan SpaceX 13 Oktober

Teknologi525 Dilihat

VOXSULUT SpaceX resmi menetapkan 13 Oktober sebagai jadwal peluncuran Starship Flight 11. Jendela peluncuran akan dibuka pukul 19.15 EDT atau 23.15 GMT. Waktu tersebut setara dengan pukul 18.15 waktu lokal Texas. Perusahaan menyampaikan informasi itu dalam pembaruan resmi pada Senin, 29 September 2025.

SpaceX juga menegaskan akan menyiarkan langsung peluncuran dari Starbase, Texas Selatan. Siaran dimulai 30 menit sebelum roket lepas landas. Dengan cara ini, publik dapat menyaksikan langsung tahap akhir dari uji coba versi kedua Starship.

“Baca Juga: Fitur Parental Controls ChatGPT Lindungi Remaja Online“

Visi Besar Elon Musk untuk Kolonisasi Mars

Elon Musk merancang Starship untuk mewujudkan visi kolonisasi Mars. Kendaraan ini memiliki dua bagian utama berbahan baja tahan karat. Insinyur SpaceX menamai bagian pertama Super Heavy yang berfungsi sebagai booster. Mereka menamai bagian kedua Starship atau Ship yang bertugas membawa muatan.

Kedua komponen tersebut dirancang untuk dipakai kembali. Konsep ini membuat biaya peluncuran menjadi lebih efisien. Elon Musk berharap teknologi ini membuka jalan bagi misi manusia menuju planet lain.

Starship Versi 2 dan Perbandingan dengan Generasi Berikutnya

Versi 2 Starship saat ini memegang rekor sebagai roket terbesar dan terkuat di dunia. Tingginya hampir mencapai 121 meter. Setelah itu, SpaceX menyiapkan Versi 3 yang akan debut pada Flight 12. Varian baru ini akan sedikit lebih tinggi, yaitu 124,4 meter.

Lebih jauh lagi, SpaceX berencana meluncurkan Versi 4 pada 2027. Generasi tersebut diproyeksikan memiliki ketinggian 142 meter. Dengan peningkatan ukuran dan kekuatan, setiap versi baru mendekatkan perusahaan pada target jangka panjang mereka.

Misi Flight 11 Akan Mengulang Kesuksesan Flight 10

Peluncuran Flight 11 akan mengikuti pola yang sama dengan Flight 10. Pada misi sebelumnya, Super Heavy berhasil mendarat di Teluk Meksiko. Sementara itu, Ship sukses mendarat di Samudra Hindia setelah melepaskan delapan satelit tiruan Starlink.

Pada misi kali ini, SpaceX menargetkan zona pendaratan yang sama. Ship juga akan membawa delapan satelit tiruan. Selain itu, tim akan menguji area rawan dengan melepas sebagian pelindung panas.

Inovasi pada Super Heavy dan Uji Mesin Baru

Super Heavy di Flight 11 akan menampilkan konfigurasi mesin pendaratan baru. SpaceX merancang inovasi ini untuk generasi berikutnya. Tim perusahaan menargetkan peningkatan keandalan pendaratan booster melalui uji tersebut.

Booster yang dipakai dalam misi ini merupakan unit daur ulang. SpaceX sudah menggunakan Super Heavy itu pada Flight 8 di bulan Maret. Pada saat itu, booster berhasil kembali ke Starbase dan lengan “chopstick” di menara peluncuran menangkapnya dengan tepat

Pemakaian Ulang Booster Jadi Fokus Utama

SpaceX menegaskan Flight 11 akan menjadi penerbangan kedua dengan booster daur ulang. Sebelumnya, perusahaan juga memakai kembali booster pada Flight 9 yang lepas landas 27 Mei lalu. Dari total 33 mesin Raptor yang digunakan, 24 di antaranya sudah terbukti layak terbang kembali.

Dengan langkah ini, SpaceX terus menunjukkan keberhasilan pemakaian ulang roket. Teknologi tersebut dianggap penting untuk menekan biaya dan meningkatkan frekuensi misi.

Kesimpulan: Langkah Penting Menuju Masa Depan

Peluncuran Starship Flight 11 akan menjadi momen penting dalam sejarah SpaceX. Misi ini tidak hanya menandai akhir dari generasi kedua, tetapi juga membuka jalan menuju versi berikutnya. Dengan inovasi berkelanjutan, SpaceX semakin dekat pada visi besar membawa manusia menuju Mars.

“Baca Juga: Thuram Jadi Man of the Match Inter vs Slavia 3-0“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *