Observatorium Mini Unisba dan Teknologi Astronomi

Teknologi356 Dilihat

VOXSULUT – Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia membangun observatorium untuk mengamati benda langit. Kampus memanfaatkan fasilitas ini sebagai sarana belajar mahasiswa dan pelajar. Selain itu, kampus menggunakan observatorium untuk pengamatan hilal dalam kalender Islam.

Salah satu contohnya adalah Observatorium Mini Albiruni milik Universitas Islam Bandung. Kampus ini mengoperasikan observatorium tersebut untuk mendukung kegiatan akademik dan keagamaan. Dengan demikian, mahasiswa mendapat pengalaman praktik secara langsung.

“Baca Juga: Indonesia Percepat Pengembangan Drone Elang Hitam“

Observatorium Albiruni Dukung Pengamatan Hilal Ramadan

Tim pengamat menggunakan Observatorium Mini Albiruni untuk memantau hilal 1 Ramadan pada 17 Februari 2026. Tim tersebut melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Geofisika Bandung. Selain itu, tim juga melibatkan Fakultas Syariah Unisba dan Kementerian Agama.

Badan Hisab Rukyat Daerah Jawa Barat dan sejumlah undangan juga ikut berpartisipasi. Tim memasang tiga teleskop portabel yang mengarah ke barat. Kemudian, tim menyiapkan satu teleskop statis di dalam kubah berdiameter tiga meter.

Observatorium ini berdiri di atap gedung Fakultas Kedokteran Unisba. Gedung tersebut berada di Jalan Taman Sari 22. Lokasinya berada di lantai sembilan dengan ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut. Posisi ini membantu tim memperoleh sudut pandang yang lebih baik.

Pengelola observatorium, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani, membangun fasilitas ini pada 2022. Ia menjadikan observatorium sebagai laboratorium ilmu falak. Ia juga mengambil nama Albiruni dari tokoh astronom Muslim terkenal, yaitu Al-Biruni.

Fasilitas Modern dan Tantangan Polusi Kota

Observatorium Albiruni menggunakan teleskop dengan fitur pelacakan otomatis. Fitur ini membantu teleskop mengikuti pergerakan Bulan secara akurat. Oleh karena itu, tim dapat mengamati permukaan Bulan dengan lebih jelas.

Namun, pengelola menghadapi tantangan polusi cahaya dan udara di Kota Bandung. Cahaya kota sering mengganggu pengamatan benda langit lain. Meskipun begitu, tim tetap memaksimalkan penggunaan fasilitas untuk kebutuhan pembelajaran.

Biasanya, tim harus pergi ke Cirebon atau Pelabuhan Ratu untuk pengamatan hilal. Namun kini, kampus dapat melakukan pengamatan langsung dari Bandung. Tim tidak melakukan observasi setiap bulan. Tim hanya melakukan pengamatan pada momen penting seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Selain itu, tim mengumpulkan data untuk media pembelajaran mahasiswa.

Tren Observatorium Kampus Terus Berkembang

Profesor riset astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, melihat tren ini sejak 2010-an. Ia menyatakan banyak kampus dengan program ilmu falak mulai membangun observatorium. Menurutnya, fasilitas ini mendukung peningkatan pemahaman astronomi di kalangan mahasiswa.

Beberapa kampus lain juga mengembangkan fasilitas serupa. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang memiliki observatorium untuk edukasi. Selain itu, Universitas Ahmad Dahlan juga mengoperasikan observatorium berbentuk kubah setengah bola. Kampus tersebut meresmikan fasilitas itu pada 2023.

Selain itu, Institut Teknologi Sumatera mengelola observatorium astronomi di Lampung. Kampus ini memanfaatkan fasilitas tersebut untuk pendidikan dan penelitian.

Observatorium Jadi Pusat Edukasi dan Riset

Kampus menggunakan observatorium untuk pelatihan dan penelitian. Dosen dan mahasiswa memanfaatkan fasilitas ini untuk tugas akhir dan riset. Selain itu, pengelola juga mengembangkan sistem kendali perangkat astronomi berbasis Internet of Things.

Thomas mendorong kampus agar membuka observatorium untuk edukasi publik. Ia menilai fasilitas ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap astronomi. Dengan demikian, observatorium kampus tidak hanya melayani mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas.

“Baca Juga: Dani Olmo Jadi Penentu Kemenangan Barcelona“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *