VOXSULUT – Sejak 17 Juni 2025, lima hari setelah memulai Operasi Singa Bangkit, Israel terus menghadapi serangan rudal balistik dari Iran. Militer Israel mencatat bahwa musuh telah menembakkan sekitar 370 rudal ke wilayah mereka.
Dari jumlah tersebut, sistem Iron Dome berhasil mencegat sekitar 90 persen.
“Baca Juga: Observatorium Vera Rubin Uji Kamera Terbesar Dunia Malam Ini“
Namun, sisanya tetap menghantam sejumlah lokasi penting dan menewaskan sedikitnya 24 orang. Serangan besar pada 16 Juni misalnya, menyebabkan delapan korban jiwa di beberapa kota. Iran menggunakan rudal balistik dalam skala besar yang berhasil menembus pertahanan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
Iron Dome Sering Diuji, Kini Tak Lagi Tembus Sempurna
Iron Dome pertama kali aktif pada Maret 2011. Sistem ini terdiri dari tiga bagian utama: radar ELM-2084, pusat komando analisis, dan rudal pencegat Tamir.
Radar ELM-2084 mendeteksi hingga 1.200 ancaman sekaligus dalam radius 100 kilometer. Komando pusat menganalisis arah serangan dan menentukan titik intersepsi. Rudal Tamir yang meluncur memiliki kecepatan hingga 2 Mach.
Setiap unit Iron Dome memiliki 2–3 peluncur dengan maksimal 20 rudal per peluncur. Israel menjadikan Iron Dome sebagai lapisan pertama pertahanan untuk menghadapi serangan dari perbatasan. David’s Sling dan Arrow melindungi lapisan kedua dan ketiga secara berurutan.
Serangan Besar Menunjukkan Kelemahan Sistem
Pada Oktober 2023, Hamas meluncurkan 5.000 roket dalam 20 menit. Serangan ini membuat Iron Dome kewalahan. Setahun kemudian, Hizbullah meluncurkan drone yang menewaskan empat tentara Israel.
Situasi ini menunjukkan bahwa Iron Dome membutuhkan pendukung tambahan. Selain karena jumlah serangan yang masif, biaya per rudal Tamir juga tergolong tinggi. Israel mengeluarkan sekitar 40.000 hingga 50.000 dolar per satu rudal.
Iron Beam Hadir sebagai Pelapis Iron Dome
Untuk mengatasi kendala tersebut, Rafael Advanced Defense Systems mulai mengembangkan sistem laser pertahanan bernama Iron Beam. Banyak orang menyebut sistem ini dengan nama Shield of Light. Laser Iron Beam memiliki kekuatan hingga 100 kilowatt dan mampu meledakkan roket dari jarak jauh.
Iron Beam menembakkan energi terarah (directed energy) alih-alih menggunakan rudal. Sistem ini dapat menembak selama masih tersedia pasokan daya. Artinya, Iron Beam menyimpan jumlah tembakan jauh lebih banyak dibandingkan sistem rudal konvensional.
Biaya Per Tembakan Hanya Dua Dolar
Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menyebut bahwa satu kali tembakan Iron Beam hanya memakan biaya dua dolar. Bandingkan dengan rudal Tamir atau rudal jelajah musuh yang bisa mencapai ratusan ribu dolar.
Drone murah seperti Shahed-136 dari Iran tetap menimbulkan kerusakan meski tergolong berteknologi rendah. Hamas juga membuat roket Qassam dari bahan sederhana, tetapi tetap efektif menyerang.
Mark Neice dari Directed Energy Consultants menyatakan bahwa faktor utama adalah biaya. Menurutnya, menembakkan rudal 50.000 dolar ke sasaran 10.000 dolar tidak efisien dalam jangka panjang.
Risiko Kerusakan Tambahan Berkurang
Iron Beam juga mengurangi risiko jatuhnya serpihan rudal yang gagal meledak. Rudal Tamir memiliki bobot 100 kilogram dan dapat menimbulkan kerusakan jika jatuh ke darat. Berbeda dengan laser, karena tidak menghasilkan puing apa pun.
Laser hanya menghantam target secara langsung tanpa meninggalkan jejak yang bisa mencelakai warga sipil.
Target Beroperasi Akhir 2025
Rafael pertama kali mengumumkan pengembangan Iron Beam pada 2022. Mereka menargetkan akan menyelesaikan sistem ini pada akhir 2025.
Pada 2024, Israel juga menerima pinjaman dari Amerika Serikat sebesar 1,2 miliar dolar untuk mendukung pengadaan sistem tersebut.
Dengan hadirnya Iron Beam, Israel berharap dapat mengembalikan efektivitas pertahanannya mendekati 100 persen. Sistem ini bisa menjadi solusi jangka panjang yang lebih murah, efisien, dan ramah lingkungan.
“Baca Juga: Prediksi Benfica vs Bayern Munchen di Piala Dunia Antarklub 2025“






