Jepang Aktifkan Kembali Reaktor Nuklir Setelah 15 Tahun

Teknologi344 Dilihat

VOXSULUT Tokyo Electric Power Company kembali mengaktifkan satu reaktor nuklir di Jepang.
Perusahaan mengoperasikan kembali Reaktor Nomor 6 di PLTN Kashiwazaki-Kariwa.

Aktivasi berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026.
Langkah ini mengulang upaya serupa yang sempat gagal bulan lalu.

Sebelumnya, alarm keselamatan berbunyi dan memaksa operator menghentikan proses.
Kejadian itu membuat TEPCO menunda pengoperasian lanjutan.

“Baca Juga: Robot Otonom BRIN Uji Pengantaran Barang di Area Terbatas“


Reaktor Nomor 6 Sempat Dimatikan Setelah Alarm Berbunyi

Menurut laporan NHK, TEPCO sempat mengaktifkan reaktor pada 21 Januari 2026.
Namun, operator kembali mematikan reaktor setelah 29 jam beroperasi.

Alarm berbunyi saat sistem menarik salah satu batang kendali reaktor.
Situasi tersebut memicu prosedur penghentian darurat.

Setelah investigasi, TEPCO menemukan kesalahan setelan alarm.
Kesalahan tersebut berada pada perangkat pemindah batang kendali.


TEPCO Klaim Perbaikan Berhasil Dilakukan

TEPCO menyatakan telah memperbaiki pengaturan alarm bermasalah.
Perusahaan lalu melanjutkan rencana aktivasi ulang reaktor.

Pada pukul 14.00 waktu setempat, operator mengaktifkan kembali reaktor.
Tak lama kemudian, reaktor mencapai kondisi kritikalitas.

Kondisi ini menandakan reaksi nuklir mandiri telah berlangsung stabil.


Jadwal Operasi dan Rencana Inspeksi Reaktor

TEPCO berencana meningkatkan daya reaktor secara bertahap.
Perusahaan menargetkan pembangkitan listrik penuh pada 16 Februari.

Listrik dari reaktor akan disalurkan ke jaringan nasional Jepang.
Namun, operator akan mematikan kembali reaktor pada akhir Februari.

Penghentian sementara ini bertujuan untuk inspeksi selama satu minggu.
Jika semua berjalan lancar, operasi komersial dimulai pada 18 Maret.

Kepala PLTN Kashiwazaki-Kariwa, Inagaki Takeyuki, menegaskan komitmen keselamatan.
Ia menyebut tim akan melakukan pemeriksaan secara sangat hati-hati.


Reaktor Pertama yang Aktif Setelah Tragedi Fukushima

Reaktor Nomor 6 menjadi reaktor pertama yang aktif kembali setelah 15 tahun.
Pemerintah Jepang menutup seluruh 54 reaktor pasca bencana 2011.

Bencana tersebut terjadi di PLTN Fukushima Daiichi.
Gempa besar dan tsunami setinggi 15 meter menghantam fasilitas tersebut.

Tsunami merusak sistem pendingin tiga reaktor aktif.
Kejadian itu memicu pelelehan inti reaktor berskala besar.


Dampak Besar Kecelakaan Nuklir Fukushima

Pelepasan zat radioaktif memaksa evakuasi lebih dari 160 ribu warga.
Pemerintah menetapkan zona terlarang dengan radius sekitar 30 kilometer.

Badan Energi Atom Internasional menyebut insiden ini sangat serius.
Lembaga tersebut menilai Fukushima sebagai bencana terburuk sejak Chernobyl.

Kritik publik kemudian menyoroti desain dan regulasi PLTN Jepang.
Pemerintah akhirnya mematikan seluruh pembangkit nuklir nasional.


Kebijakan Nuklir Jepang Mulai Berubah

Selama 15 tahun, Jepang tidak membuka kembali satu pun reaktor.
Namun, sikap regulator nuklir perlahan berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah kini mengizinkan reaktor beroperasi lebih lama dari batas sebelumnya.
Perubahan kebijakan ini muncul di tengah krisis energi global.

Sejak 2021, Jepang kembali memasukkan nuklir dalam strategi energi nasional.
Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.


Pro dan Kontra Kembalinya Energi Nuklir

Sebagian warga Jepang menolak kebangkitan energi nuklir.
Mereka menganggap langkah ini mengabaikan trauma masa lalu.

Namun, kelompok lain mendukung kebijakan tersebut.
Mereka menilai nuklir membantu menekan emisi karbon dan biaya energi.

PLTN Kashiwazaki-Kariwa tetap menjadi yang terbesar di dunia.
Saat beroperasi penuh, tujuh reaktornya menghasilkan 7.695 megawatt listrik.

Kapasitas tersebut mampu memenuhi kebutuhan ratusan ribu rumah.
Perdebatan energi nuklir pun kembali menguat di Jepang.

“Baca Juga: Mbappe Makin Tajam, Arbeloa Nilai Mirip Era Ronaldo“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *